Pertimbangan melakukan upgrade ke Gutsy
November 4th, 2007
Atau lebih tepatnya berpindah dari Thinstation ke LTSP, problem USB flashdisk yang tidak terdeteksi dengan benar dan kecepatan akses write yang cukup lambat mungkin menjadi salahsatu faktor utama saya untuk mencoba melihat kemungkinan untuk berpindah ke LTSP di Ubuntu.
Selama ini distro yang berkenan adalah Xubuntu, dengan sumber daya sistem yang cukup ringan bahkan untuk beberapa user simultan menjalankan beberapa aplikasi sekaligus. Dari pengalaman kemarin di pekerjaan sebelumnya, desktop GNOME cukup lumayan rakus, namun pemilihan desktop environment mana yang nantinya dipilih tergantung dari situasi dan kondisi di warnet. GNOME dengan GConf cukup membantu dalam mengkonfigurasikan desktop environment yang seragam dan tersentralisasi, kemarin sempat mencoba Sabayon (bukan distro Sabayon) dan Pessulus cukup banyak membantu penyeragaman desktop environment user.
Keengganan adopsi LTSP sendiri sebenarnya terletak di dokumentasinya, sejauh ini kalau ingin membangun LTSP5 di Ubuntu informasi yang saya dapatkan dari wiki maupun official site dari LTSP dan Edubuntu tidak banyak membantu meyakinkan perpindahan dari Thinstation ke LTSP5, walaupun LTSP4.2 cukup well documented dan sudah banyak yang mencoba.
budiw said:
Pernah lihat di satu situs, bahwa setelah diinstall gutsy, harddisknya bunyi kletak-kletak. Katanya sih, gara2x setting default dari hdparm di gutsy.
Mashi mau pake gutsy?
Oobblleekk said:
sempat muncul masalah yang ditengarai disebabkan oleh Ubuntu yang membuat umur harddisk menjadi pendek karena konfigurasi power-management yang terlalu agresif, mungkin halaman ini dapat membantu.
http://ubuntudemon.wordpress.com/2007/10/30/ubuntu-is-not-causing-aggressive-power-management/
lucky said:
Kemaren ada masalah dengan feisty, ketika shutdown bunyi harddisk sangat nyaring sekali. Namun setelah hijrah ke Gutsy, bunyi tersebut saat shutdown tidak terdengar lagi.